Selasa, 18 November 2014

Ajaran “Tauhid” Krishna dan Buddha



Ajaran “Tauhid” Krishna
dan Buddha







SEBAGAIMANA Sri Krishna yang membawa ajaran “Tauhid” ajaran monoteisme yang kemudian setelah 500 tahun SM kematiannya mereka angkat menjadi dewa Wisnu. Lalu ajaran “Welas Asih” dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa dari Buddha Gautama, telah dirusak oleh pengikutnya. Ajaran ketauhidan yang belakangan dimasuki oleh ajaran Paganisme Asia Tengah, setelah kematiannya. Ajaran Buddha Gautama pun pecah menjadi dua sekte utama, yaitu: sekte yang menolak keesaan Tuhan dan sekte yang menjadikan sang Buddha sebagai Tuhan, hingga patungnya disembah sebagai simbol pemujaan kepadanya.
          Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Maulana Abdul Haque Vidyarthi[1], pakar kitab Sanskerta, mengejutkan banyak pihak. Penelitian dan pengkajian mendalam terhadap sejumlah kitab kuno Buddha di Perpustakaan Buddist di Ceylon Sri Langka. Ditemukan gambaran “Sang Buddha Maitreya” yang pernah diberikan oleh Buddha Gautama ribuan tahun lalu. Bahwa akan datang pribadi sang Buddha Maitreya yang mengarah kepada pribadi nabu suci Islam yaitu Muhammad. [ð]


[1] Andi Achmad, Misteri Muhammad, Menguak Rahasia Mukjizat al-Qur’an dan Kedatangan Muhammad dari Kitab-kitab Suci Agama Dunia. Mirqat Publishing: Jakarta Timur, 2011 hlm.67 Penelitian dan pengkajian mendalam terhadap sejumlah kitab kuno Buddha di Perpustakaan Buddist di Ceylon Sri Langka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar