Ajaran “Tauhid” Krishna
dan Buddha
SEBAGAIMANA Sri Krishna yang
membawa ajaran “Tauhid” ajaran monoteisme
yang kemudian setelah 500 tahun SM kematiannya mereka angkat menjadi dewa Wisnu.
Lalu ajaran “Welas Asih” dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa dari Buddha
Gautama, telah dirusak oleh pengikutnya. Ajaran ketauhidan yang belakangan
dimasuki oleh ajaran Paganisme Asia Tengah, setelah kematiannya. Ajaran Buddha
Gautama pun pecah menjadi dua sekte utama, yaitu: sekte yang menolak keesaan
Tuhan dan sekte yang menjadikan sang Buddha sebagai Tuhan, hingga patungnya
disembah sebagai simbol pemujaan kepadanya.
Sebuah
penelitian yang dilakukan oleh Maulana Abdul Haque Vidyarthi[1],
pakar kitab Sanskerta, mengejutkan banyak pihak. Penelitian dan
pengkajian mendalam terhadap sejumlah kitab kuno Buddha di Perpustakaan Buddist
di Ceylon Sri Langka. Ditemukan gambaran “Sang
Buddha Maitreya” yang pernah diberikan oleh Buddha Gautama ribuan tahun
lalu. Bahwa akan datang pribadi sang Buddha Maitreya yang mengarah kepada
pribadi nabu suci Islam yaitu Muhammad. [ð]
[1]
Andi Achmad, Misteri Muhammad, Menguak Rahasia Mukjizat al-Qur’an dan
Kedatangan Muhammad dari Kitab-kitab Suci Agama Dunia. Mirqat Publishing:
Jakarta Timur, 2011 hlm.67 Penelitian dan pengkajian mendalam terhadap sejumlah
kitab kuno Buddha di Perpustakaan Buddist di Ceylon Sri Langka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar