Nabi Yang Dijanjikan
Kekuatan Muhammad SAW adalah Al-Qur’an,
dan mukjizat al-Qur’an adalah rasional
(DR.Muhammad
Husain Haekal)
Kedudukan Rasulullah bagi umatnya, tidak akan
dikabulkan doa seorang hamba jika tidak dibuka dan ditutup dengan shalawat dan
salam kepada Nabi Muhammad saw.
Tidak Akan Mengenal Islam Dengan Sempurna
Tanpa Mengenal Pembawanya
TUGASKU menjadi guru inilah yang
memberiku peluang menulis. Mula-mula hanya membaca demi menjawab sejumlah
masalah yang dihadapi di kelas. Lalu membaca demi mencari kebenaran. Kebenaran
yang dihamparkan oleh Pemilik Kebenaran. Membaca dengan melibatkan pemilik Ilmu
Pengetahuan. Hingga aku merasa perlu berbagi denganmu. Sahabat-sahabatku dalam mencari
kebenaran. Kali ini aku sampai pada pencarian kebenaran dalam kitab-kitab kuno.
Kitab-kitab suci dunia.
APAKAH
ada yang mampu membantah kenyataan bahwa Nabi Muhammad SAW dan risalah yang
dibawanya, terdapat keraguan? Jika hujjah
yang tak terbilang banyaknya itu belum juga mampu meyakinkan dan menyadarkan
pihak yang meragukan kebenaran kenabian Muhammad. Lalu bagaimana dengan fakta
yang terungkap dari berita-berita yang terdapat dalam kitab-kitab agama
terdahulu. Kitab-kitab agama Hindu, Buddha, Parsi, Yahudi dan kitab agama
Nasrani.
Tak
ada paksaan yang perlu dilakukan untuk meyakinkan para pencari kebenaran
tentang Muhammad dan risalahnya. Bahkan mengingkarinya sekali pun tak pernah
menggeser kebenaran tersebut. Kebenaran
bahwa Muhammad SAW telah terpilih sebagai Nabi Dunia sekaligus Nabi akhir
zaman. Risalahnya pun merupakan risalah untuk sekalian alam. Risalahnya menjadi
risalah penyempurna risalah-risalah sebelumnya.
Dialah
Nabi yang menjadi tumpuan pengharapan dunia yang kedatangannya telah
dijanjikan. Nabi Dunia yang telah
dijanjikan, pada kitab-kitab terdahulu. Nabi yang dipilih dan diangkat
secara khusus, mendapat tugas khusus yang maha berat sekaligus maha mulia.
Tugas penyelamatan dunia dari kegelapan, kenistaan dan kesesatan serta
mengembalikannya kepada derajat yang tinggi dan kemuliaan manusia sebagai
makhluk utama disegala zaman.
Zaman
Jahilliyah demikian Al-Qur’an menamakannya, sebuah sketsa kerusakan moral dan
kemerosotan spiritual umat manusia kala Muhammad diutus. Penyembahan berhala
merupakan bentuk kesesatan yang telah melanda kehidupan kala itu, Seakan cahaya
Ilahi tidak pernah datang melalui utusan-utusan-Nya. Ajaran-ajaran sesat dan
ritual-ritual kerohanian yang sulit dinalar melanda kehidupan manusia. Mengikis
habis ajaran Tuhan yang disampaikan utusan-utusan sebelumnya. Adakalanya utusan
pun mereka sembah sebagai jelmaan Tuhan. [ð]