Selasa, 18 November 2014

Menyingkap Tabir Kebenaran Pada Kitab-Kitab Kuno



Menyingkap Tabir Kebenaran
Pada Kitab-Kitab Kuno









AJARAN-AJARAN yang dipedomani agama dengan kitab-kitab berusia ratusan bahkan ribuan tahun, agaknya membuka wawasan baru bagi kita. Setelah tidak kurang tiga belas abad lamanya. Kita tidak tertarik untuk mempelajarinya. Apatah lagi untuk mendalaminya. Namun kini satu sama lain telah membuka diri untuk saling mengkaji, maka terbukalah tabir kebenaran tersebut.
          Penelusuran kita mengarah pada agama Hindu. Sejarah menjelaskan kepada kita bahwa Hindu merupakan agama dunia tertua, yang berasal dari benua India. Agama yang memiliki banyak kitab ini merupakan sinkretisme dua aliran agama, yakni Dravida dan Indo-Arya. Dari sekian banyak kitab tersebut yang paling popular sekaligus paling kuno dan banyak dipelajari oleh pendeta-pendeta Hindu adalah kitab Weda, Brahmana, Grant, Upanishad, dan Purana semuanya ditulis dalam bahasa Sansekerta. 

Nama Brahma dan Manuh adalah nama yang terdapat dalam kitab kuno Hindu tersebut juga terdapat dalam al-Qur’an dengan sebutan Ibrahim dan Nuh

Nabi Muhammad di Injil Kuno



nabi Muhammad di
injil kuno







Sebuah Injil Barnabas Kuno berusia 1500 tahun mengungkap sebuah misteri yang menguncangkan dunia. Sebab, Injil Barnabas tersebut mengungkap fakta bahwa Yesus bukanlah tuhan melainkan utusan (nabi). Injil Barnabas ini menolak tegas konsep trinitas (tiga dalam satu: Tuhan Alah, Tuhan Ibu dan Tuhan Anak) Injil Kuno inipun menjelaskan bahwa akan datang utusan (nabi) penerus risalah Isa yang berasal dari keturunan Nabi Ismail, yakni Nabi Muhammad Saw.
          Injil Barnabas merupakan salah satu kitab umat Kristen. Selain injil tersebut dikenal pula injil lain yaitu, Markus, Matius, Lukas dan Yohanes. Barnabas adalah pendiri gereja pada masa awal Kristen. Salinan Injil Barnabas diklaim ditemukan oleh seorang wartawan asal Siprus. Namun sayang ia ditemukan tewas tertembak tak lama setelah menyelidiki fakta tersebut. Alkitab tersebut kini disimpan di museum Turki dan telah menjadi sorotan dunia termasuk dari Vatikan.[1]


[1] Diadopsi dari Budhi Prianto dalam buku 99 Peristiwa Menakjubkan Bukti Kuasa Allah, cet 2. Jakarta Selatan: Zaytuna PT.Ufuk Publishing House. 2012. hlm, 147

Ajaran “Tauhid” Krishna dan Buddha



Ajaran “Tauhid” Krishna
dan Buddha







SEBAGAIMANA Sri Krishna yang membawa ajaran “Tauhid” ajaran monoteisme yang kemudian setelah 500 tahun SM kematiannya mereka angkat menjadi dewa Wisnu. Lalu ajaran “Welas Asih” dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa dari Buddha Gautama, telah dirusak oleh pengikutnya. Ajaran ketauhidan yang belakangan dimasuki oleh ajaran Paganisme Asia Tengah, setelah kematiannya. Ajaran Buddha Gautama pun pecah menjadi dua sekte utama, yaitu: sekte yang menolak keesaan Tuhan dan sekte yang menjadikan sang Buddha sebagai Tuhan, hingga patungnya disembah sebagai simbol pemujaan kepadanya.
          Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Maulana Abdul Haque Vidyarthi[1], pakar kitab Sanskerta, mengejutkan banyak pihak. Penelitian dan pengkajian mendalam terhadap sejumlah kitab kuno Buddha di Perpustakaan Buddist di Ceylon Sri Langka. Ditemukan gambaran “Sang Buddha Maitreya” yang pernah diberikan oleh Buddha Gautama ribuan tahun lalu. Bahwa akan datang pribadi sang Buddha Maitreya yang mengarah kepada pribadi nabu suci Islam yaitu Muhammad. [ð]


[1] Andi Achmad, Misteri Muhammad, Menguak Rahasia Mukjizat al-Qur’an dan Kedatangan Muhammad dari Kitab-kitab Suci Agama Dunia. Mirqat Publishing: Jakarta Timur, 2011 hlm.67 Penelitian dan pengkajian mendalam terhadap sejumlah kitab kuno Buddha di Perpustakaan Buddist di Ceylon Sri Langka.

Salah Satu Mukjizat al-Qur’an adalah Rasional



Nabi Yang Dijanjikan
Kekuatan Muhammad SAW adalah Al-Qur’an,
dan mukjizat al-Qur’an adalah rasional
 (DR.Muhammad Husain Haekal)[1]


Kedudukan Rasulullah bagi umatnya, tidak akan dikabulkan doa seorang hamba jika tidak dibuka dan ditutup dengan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw.

Tidak Akan Mengenal Islam Dengan Sempurna
Tanpa Mengenal Pembawanya

TUGASKU menjadi guru inilah yang memberiku peluang menulis. Mula-mula hanya membaca demi menjawab sejumlah masalah yang dihadapi di kelas. Lalu membaca demi mencari kebenaran. Kebenaran yang dihamparkan oleh Pemilik Kebenaran. Membaca dengan melibatkan pemilik Ilmu Pengetahuan. Hingga aku merasa perlu berbagi denganmu. Sahabat-sahabatku dalam mencari kebenaran. Kali ini aku sampai pada pencarian kebenaran dalam kitab-kitab kuno. Kitab-kitab suci dunia.
          APAKAH ada yang mampu membantah kenyataan bahwa Nabi Muhammad SAW dan risalah yang dibawanya, terdapat keraguan?  Jika hujjah yang tak terbilang banyaknya itu belum juga mampu meyakinkan dan menyadarkan pihak yang meragukan kebenaran kenabian Muhammad. Lalu bagaimana dengan fakta yang terungkap dari berita-berita yang terdapat dalam kitab-kitab agama terdahulu. Kitab-kitab agama Hindu, Buddha, Parsi, Yahudi dan kitab agama Nasrani.
          Tak ada paksaan yang perlu dilakukan untuk meyakinkan para pencari kebenaran tentang Muhammad dan risalahnya. Bahkan mengingkarinya sekali pun tak pernah menggeser kebenaran tersebut.  Kebenaran bahwa Muhammad SAW telah terpilih sebagai Nabi Dunia sekaligus Nabi akhir zaman. Risalahnya pun merupakan risalah untuk sekalian alam. Risalahnya menjadi risalah penyempurna risalah-risalah sebelumnya.
          Dialah Nabi yang menjadi tumpuan pengharapan dunia yang kedatangannya telah dijanjikan. Nabi Dunia yang telah dijanjikan, pada kitab-kitab terdahulu. Nabi yang dipilih dan diangkat secara khusus, mendapat tugas khusus yang maha berat sekaligus maha mulia. Tugas penyelamatan dunia dari kegelapan, kenistaan dan kesesatan serta mengembalikannya kepada derajat yang tinggi dan kemuliaan manusia sebagai makhluk utama disegala zaman.
          Zaman Jahilliyah demikian Al-Qur’an menamakannya, sebuah sketsa kerusakan moral dan kemerosotan spiritual umat manusia kala Muhammad diutus. Penyembahan berhala merupakan bentuk kesesatan yang telah melanda kehidupan kala itu, Seakan cahaya Ilahi tidak pernah datang melalui utusan-utusan-Nya. Ajaran-ajaran sesat dan ritual-ritual kerohanian yang sulit dinalar melanda kehidupan manusia. Mengikis habis ajaran Tuhan yang disampaikan utusan-utusan sebelumnya. Adakalanya utusan pun mereka sembah sebagai jelmaan Tuhan. [ð]


[1] Muhammad Husain Haekal, Sejarah Hidup Muhammad, Litera AntarNusa. Cet 28, Hayat Muhammad diterjemahkan oleh Ali Audah. PT Mitra Kerjaya Indonesia : Jakarta, 2003. hlmxxxiv